Assalamualaikum
Selamat siang,
Onde mandeh…. Alah tahun baru pulo kini yo,
Tahun patang se alun cukuik lai untuk mangaja target, lah datang pulo tahun baru. Alah evaluasi alun??? Dan alah punyo rencana untuak di tahun baru kini ko?
Ok, ambo indak menggurui doh.. tapi yang tajadi di diri ambo salamo tahun 2007, yo alun sasuai dilua harapan nan alah ambo susun di tahun 2006. Tapi, ado pulo hal-hal/ semacam prestasi baru yang ambo dapekkan di tahun 2007 yang indak samo sekali terencana di tahun 2006. Jadi, seimbang kan? Ado nan kurang di satu sisi, tapi di sisi lain ado pulo nan balabiah.
Ha………… indak co itu doh, mulailah ambo bacarito dulu. Sudah tu baru dunsanak kasadonyo lai…. Yo… kok lai namuah pulo berbagi carito di siko.
Tahun 2007 merupakan tahun yang unique bagiku. Di awal tahun, semangat untuk mencapai target yang telah di tetapkan. Tapi, dalam perjalanan waktu, target itu banyak juo nan meleset sehingga meninggalkan cerita sedih. Jatuh bangun mental untuk berjuang dan bangkit kembali hingga tutup tahun hari ini.
Gagal. Itulah hasil untuk usaha yang tidak maksimal dalam menyelesaikan program kerja yaitu membuat artikel ilmiah yang rencanya pada saat itu akan dikirimkan ke jurnal ilmiah internasional ilmu politik yang diterbitkan di luar negeri (eropa) berawal dari hobi membaca, berfikir mendalam, mendengar dan akhirnya menuliskan dalam bentuk karya ilmiah. Bukannya karya tulis itu tidak dikerjakan, akan tetapi tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Akhirnya, daftar harapan itu ku coret sebagai kegagalan yang direncanakan.
Waktu terus berlalu, aktivitas atau hobi yang sama dengan hal diatas masih tetap di jalani. Membaca, berfikir mendalam,dan menulis aku lakukan seperti biasa. Karya tulis untuk diikutsertakan dalam kompetisi di UGM juga gagal untuk menjadi pemenang, Cuma berhasil di papan tengah dari lebih dari 120 karya tulis yang masuk. Nilai peserta pada saat itu hanya beda tipis dengan yang lainnya. Kecewa kembali, deh. L
Februari, berita duka datang lagi. Proposal penelitian yang aku ikut sertakan dalam Program Kreatiitas Mahasiswa bidang Pnenelitian (PKMP) juga gagal menurut para reviewer dari Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI). Masih ada harapan untuk ikut Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional (PIMNAS) tahun 2007 gumamku. Yakni, melalui pekan kreativitas mahasiswa ilmiah (PKMI). Artikel itu juga selesai. Tapi, kembali gagal untuk diundang ke PIMNAS tahun 2007. Padahal aku yakin jika tahun ini diundang maka medali emas sudah bisa dipersembahkan untuk almamater tercintaJ karena berdasarkan evaluasiku pada tahun 2006 tentang kesempatan sebagai peserta /undangan untuk mengikuti PIMNAS di malang, jawa timur. Tapi, apa daya. Tuhan berkata lain, dan semuanya ada hikmahnya.
Mental masih naik-turun. Tapi semangat untuk jadi pemenang masih tinggi. Kemudian, ada berita baik yang memberikan harapan. Sebenarnya, berita baik itu pernah direncanakan, tapi tetap menjadi sesuatu kejutan pada waktu itu karena kabar baik datang pada saat yang tepat. Telepon berdering saat aku mengikuti seminar di gedung E.2.1. menurut pak jen, pd 3, saya layak direkomendasikan sebagai mahasiswa berprestasi unand mewakili fisip karena atas usaha dan pencapaian tentang segala hal di tahun 2006 mulai dari amanah yang melalui BEM KM UNAND, dll. Kompetisi dimulai. Makalah dipersiapkan dengan baik karena Hari demi hari kualitas tulisan ilmiahku semakin baik. Bersyukur banget dapat hadir pada waktu itu. Bertemu dengan mahasiswa terbaik (pilihan pd 3 masing-masing) untuk bertarung menuju nasional. Target pada saat itu adalah juara 1, tapi setelah melakukan pendekatan personal dan membaca kekuatan lawan dengan berbagai variable dengan seluruh peserta. Peluang juara 1 hanya bisa di saingi oleh mahasiswi kedokteran, zuhrah taufiqa, karena anaknya juga cerdas dan sangat asik untuk diajak diskusi tentang apapun. Jawaban, analasisis dia tentang materi diskusi, mantap! Dan akhirnya the show must go on. Keadaan berubah. Hasil yang diharapkan pada waktu itu tidak juga sesuai harapan di pagi harinya. Kecewa, tentu saja. Tapi, itu bukanlah segalanya. Saya masih semangat untuk mencapai prestasi lainnya. Oh, ya, tadi saya lupa bahwa legitimasi saya yang menilai bahwa peserta itu memang luar biasa dapat dilihat buktinya. Salah satunya, masteng (anak kimia 2003) saya lupa nama aslinya, tapi sekarang kabarnya dia sudah ada di italia, bukan untuk menonton liga italiaJ tapi untuk melanjutkan studi atas beasiswa pemerintah italia. Selamat bung! Terus do the best.
Bulan juni adalah bulan yang ditunggu. KKN, itu harus diikuti. Ternyata, tempat lokasi KKN tahun ini ada perubahan sedikit. Dan perubahan itu tidak diharapkan oleh sebagian besar mahasiswa. Perubahan itu adalah, lokasi KKN, yaitu solok selatan. Daerah itu ndeso, tapi di daerah itu pula
KKN dimulai. Itu artinya petualangan dimulai. Berangkat ke nagari ndeso itu. Tanpa listrik dan tanpa kemewahan lainnya. Jauh dari kehidupan kota, dan itulah KKN yang sebenarnya. Bukan pergi piknik, cari pacar di lokasi, pamer di nagari bahwa kita mahasiswa. Tapi, bagi saya pribadi KKN adalah menguji pemahaman tentang teori di kampus, kematangan seorang mahasiswa sebagai figure panutan oleh rakyat nagari. Secara pribadi, KKN saya berhasil, tapi secara kelompok boleh dikatakan relative gagal. Tapi, saya berani katakana kelompok kami masih terbaik dari nagari lain. Program kerja yang begitu banyak, lebih dari 12, hanya selesai 10. Tidak saja pembangunan fisik, tapi aspek non fisiklah yang paling banya kami lakukan. Penyuluhan pertanian, penyuluhan pembuatan proposal untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, kelompok pemikir ulung, itulah yang saya lakukan, termasuk merumuskan visi dan misi nagari yang begitu komplek sebagai cara untuk menjadikan nagari yang mandiri. Alhamdulillah, berhasil. Nagari kami terbaik di solok selatan.
Banyak hal lagi yang kami lakukan di nagari, membawa perubahan, paradgima baru tentang pentingnya pendidikan. Di nagari itu, hanya ada 5 orang sarjana, lainnya tidak tamat sd, smp, dan sma. Tapi, kelompok mayoritas adalah tamat dan tidak tamat sd. Kawin muda itu biasa bagi mereka.
Jika ada waktu luang, saya tetap menulis. Tapi, kali ini untuk diterbitkan dalam media massa. Berkali-kali tulisan yang saya antarkan tidak diterbitkan. Bahkan saking semangatnya, ada dua tulisan yang diantar untuk satu media. Dan hasilnya tetap mengecewakan. Jika boleh saya membela diri, kualitas tulisan saya tidak jelek. Tapi, karena idiologi redaksi saja yang berbeda dengan saya sehingga tulisan saya tidak diterbitkan. Seperti biasa, menulis ternyata telah jadi bagian dari hidup saya. Karena menurut Prof. bustanudin agus, bahwa dengan menulis kita dapat mentransfer ilmu kepada orang banyak yang mana sebagai antisipasi dari sifat pelupa manusia. Jadi, dengan menulis gagasan kita dapat diingat oleh banyak orang tidak hanya pada hari itu melainkan sampai kapanpun.
Alhamdulillah, bulan desember ini membuktikan bahwa usaha yang sunguh-sungguh dan atas ridho-NYA tulisan saya akhirnya terbit juga. Luar biasa, tulisan saya pertama kali diterbitkan oleh media massa nasional, seputar Indonesia, dan itu semakin menyakinkan saya bahwa koran lokal (maaf) memang tidak memiliki redaktur yang professional. Tidak lama setelah itu, tulisan saya akhirnya terbit juga di media lokal.
Kegembiraan saya tentang hasil usaha yang sesuai target itu akhirnya saya beri tahu teman-teman dekat. Sekali lagi, puji syukur kehadirat ALLAH SWT sebuah berita baik lagi saya dapatkan. Telpon bordering lagi. Ternyata, nomor itu berasal dari Jakarta. Firasat hati tentang orang yang menelpon adalah sahabat sekaligus saya anggap saudara memang benar. Saya disuruh ke Jakarta, dia meyakinkan berapapun uang yang saya punya yang penting harus berangkat karena pada hari yang dimaksud (launching novel rahasia meede) orang-orang yang hadir adalah luar biasa di Indonesia. Jadi, maksud hati kakanda itu adalah sudah saatnya mengenalkan saya pada orang-orang itu agar masa depan di tidak ragu lagi melanjutkan karir sebagai calon ilmuwan politik Indonesia, inysa4JJI.
Satu hari sebelum acara peluncuran novel rahasia meede saya sudah sampai di Jakarta. Ketika tiba di Jakarta, saya langsung dijemput oleh penulis novel yang sudah menjadi best seller (sudah cetakan ke tiga dalam dua bulan). Kakanda yang saya maksud saat saya datang masih di luar kota karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya sebagai konsultan politik yang juga sebagai anggota atau peneliti dari pusat kajian politik Universitas Indonesia (puskapol UI). Pada esok harinya, acara launching berjalan sukses. Memang benar, saya dikenalkan dengan orang-orang yang luar biasa. Sebagian besar orang minang atau mantan aktivis minang di Jakarta yang sudah jaya di usia muda.
Di Jakarta, saya sering kali ke kantornya indra j. piliang karena penulis novel generasi sastrawan minang di abad 21 itu juga bekerja di sana. Tahu tentang diri saya, dia merekomendasikan agar saya segera menamatkan kuliah dan mengabdi sebagai peneliti di kantor itu. Saya tidak jawab dengan tegas, tapi memang mengarah ke sana. Kakanda atau teman saya yang juga bekerja di puskapol UI itu juga merekomendasikan dan bahkan berusaha menawarkan beasiswa magister politik di UI….. sebuah fenomema tutup tahun yang indah setelah diawali oleh fenomena awal tahun yang tidak demikian adanya.
Sekarang, saya berada di medan. Saya ditawarkan sebagai redaktur websites content salah satu kandidat gubernur sumatera utara 2008 yang menjadi klien teman saya itu. Luar biasa, pengalaman baru, relasi baru, dll. Saya dapatkan. Ilmu yang dikampus semakin kaya dengan pengalaman ini. Saya jadi tahu siapa yang menjadikan SBY presiden Indonesia yang tidak diketahui orang awam. Ada orang-orang yang bertangan dingin yang menjadikan dia presiden. Saya tahu hampir segalanya, tapi tidak akan saya beberkan pada saat ini karena itu tidak etis. Bukan sembarang lembaga yang mengorbitkan SBY sebagai presiden, begitu juga dengan fauzi bowo (gub. Dki) dan beberapa gubernur lainnya. Bahkan atas prestasi lembaga itu kemaren ini sudah di datangi oleh sutiyoso agar dijadikan presiden tahun 2009. Penting untuk diingat, lembaga itu bukan lembaga survai, tapi lembaga professional yang jauh dari luar biasa dari itu, dan tidak banyak orang yang mengetahuinya karena tidak pernah menduga sama sekali.
Itulah, perjalanan hidup saya tahun 2007. Hikmah yang saya ambil adalah bahwa sesuatu yang jelek tidak berkahir jelek juga. By the way, saya sengaja tidak menyebutkan nama orang-orang atau institusi yang terlibat terlalu jauh karena itu melampaui prilaku yang beretika dalam dunia politik. Satu lagi, saya tidak dalam konteks membanggakan diri atau membuktikan saya itu luar biasa karena segalanya tidak datang instant. Perjuangan panjang, percaya diri, jatuh-bangun, dan usaha sungguh-sungguh bisa mendapatkan segalanya. Sekarang, sudahkan anda mengevaluasi diri? Dan merencanakan target di tahun 2008? Saya sudah!
